agak mumet nek moco grafik #fky25

[Social Media] Semacam Catatan Acara FKY25

Lama sebenarnya acara Festival Kesenian Yogyakarta berlalu, tetapi sayang kalau saya nggak mencoba menuliskan sedikit aja semacam catatan. Memberikan catatan kepada calon pacar memang lebih sulit daripada mencatat apa yang dirasa, asal nggak berkaitan dengan hati.

Media Sosial, eh blog juga termasuk ya? Harusnya up to date. Ya kali aja postingan ini udah basi, mengutip percakapan di film AADC. ”Percuma! Madingnya sudah terbit!” kata Rangga ke Cinta. Ya kira-kira beginilah kalau setengah-setengah jadi tukang kepo timeline, bahasa masa kininya Social Media Enthusiast (Iye antusias ngeliatin timeline orang-dan nggak ada yang bayar).

Tercatat total pengunjung #fky25 kemarin hingga 7000 lebih, tentu diantaranya ada saya. Jadi sekitar 6999 dikurangi @sekarsari, @ariwulu, @senggol, @argamoja, @dlldsbdkk siapa saja aku lali, ya kira-kira dikurangi panitia ya 6ribuan lebih banyak. Tolong jangan dihitung angkanya detil banget, ndak malah mumet sendiri.

Sentuhan Baru pada #fky25
Kalau kalian sebagai pengunjung kegiatan di Jogja yang mengamati perkembangan acara, mungkin bakal berpikir ada sesuatu yang berbeda pada acara Festival Kesenian Yogyakarta kemarin. Iya! Banyak kegiatan yang sangat menarik, Open Artist Studio dan Live Cooking yang melibatkan banyak perupa. Serta adanya Video Mapping, yak! Ini salah satu seni kekinian, yang memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi.

#fky25 yang sebelumnya tidak seciamik sekarang, ya menurutku sih karena masuknya para pekerja seni, juga teman-teman yang memiliki kemampuan mengorganisir lebih baik daripada internal Pemerintah DIY (Sebut saja Dinas Kebudayaan). Inilah yang menurutku semacam perubahan yang jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Mengapa memilih komplek pasar ngasem? Lagi-lagi pilihan menarik, kita semua tahu sebelumnya komplek pasar ngasem dijejali penjual hewan. Setelah semua dipindahkan ke Pasti (Bantul), ada semacam niatan untuk mempromosikan pasar Ngasem yang berwajah baru. Dan ini adalah pertama kali kegiatan berskala besar menggunakan komplek Ngasem. Yak! Maksud panitia #fky25 untuk mem-Branding Komplek Ngasem menurut saya cukup sukses, akhirnya kita tahu kan? Wajah Ngasem sudah beda, bersih, enak dipakai ngopi atau ngeteh sore-sore gitu.

Banyak yang baru dari kegiatan #fky25, eh coba intip tampilan webnya deh http://www.infofky.com/, simpel, informatif, dan enak diliat. Nggak kebayang kapan gitu ada festival mahakam yang digarap serius tidak hanya menghabiskan anggaran tahunan tapi kayaknya nggak ada yang menarik. Sejujurnya saya iri dengan kota Yogyakarta dalam hal ini, tapi kalau saya nulis itu pilihannya nanti saya di bully sama anak-anak sana yang nggak seneng saya (yowes ra sah dibahas).

agak mumet nek moco grafik #fky25
agak mumet nek moco grafik #fky25

Macak Analis Media Sosial
Mungkin sudah jadi tugas buzzer atau Social Media Analyst yang bikin rekapan percakapan mengenai #fky25. Sudah dipastikan mereka sangat bahagia, semua strategi sosial media berjalan mulus dan mendapatkan feedback positif. Oh ya kalau rekaman detilnya memang saya nggak punya, tetapi untungnya Cuma sempat men-screen shot dari akun twitter @fky25.
Manusia kini memberikan feedback atau umpan balik atau apalah bahasa Indonesianya, ya semacam komentar itu melalui media sosial. Ya percakapan media sosial akan merekam semuanya dan jadi data. Dari tingkat kepuasan, atau apapun mengenai #fky25. Dari yang di-mention ke akun twitter @fky25 ataupun yang tidak. Lebih mudah nge-trace melalui akun twitter, ataupun tagar resmi yang digunakan. Dari situlah kita bisa melacaknya, bahkan hingga percakapan yang sudah lepas tanpa tagar tetapi sebelumnya berkaitan dengan #fky25.

Rangkaian event mulai menyenangkan grafiknya dilihat dari tanggal 2 Juli, mulai merangkak naik hingga pada penutupan ditanggal 5 Juli. Serta pada grafik kita bisa melihat pada jam-jam berapa saja tingkat ramainya @fky25 pada linimasa. Saya agak lupa aplikasi apa yang dipakai, yang jelas aplikasi gratis. Jadi nggak bisa begitu mendetail, untungnya ada agenda soal tweet, retweet dan reply. Grafik bawah menunjukkan waktu, ibarat lembaga survey TV itu primetime tweet, sedangkan grafik disamping kanan itu hari. Puncak penutupan banyak mendapat retweet, ini wow banget lho. Kini event ramai atau tidaknya dapat dicek dilinimasa, tentu bagaimana tanggapan pada event tersebut. Seperti #fky25 ini, bukan hanya jadi sebuah pertunjukkan festival biasa. Tapi menjadi sebuah perbincangan media sosial yang luar biasa.

eh sudah ya? Tenan iki tulisanku wes serius iki.