Foto yang dipamerkan

Pameran Foto Itu Rasanya Gimanaaa gitu

lanscape kota Samarinda_Panorama_stock photo_fotodeka_Sungai Mahakam

Jadi gini, saya punya sedikit cerita beberapa minggu lalu saya dihubungi oleh salah satu kru pusat perbelanjaan modern di Samarinda sebut saja Plaza Mulia (ini nama sebenarnya) melalui twitter. Sebut saja pak Rasyad, saya belum pernah berjumpa dengan beliau hanya selintas melihat kicauannya dilinimasa. Yang intinya saya diajak berpartisipasi dalam rangkaian acara HUT Samarinda yang diadakan di Plaza Mulia untuk mengirimkan karya foto yang saya unggah di panoramio.

Iki Kesempatan Dab!

Nah! karena mengabarkannya lumayan mepet. Eh seminggu. Woh lah iyo, mall yang anak juragannya dulu kakak kelas jaman SMA saya. Ya walaupun saya nggak kenal dekat, tapi lumayan sering nggodain temannya sih (eh iya yang tak 
godain bukan Clara Sinta, tapi Tatum Munawaroh- ah entahlah si Tatum kemana kabarnya). -sungguh ini OOT- sebelumnya ding sudah dikabarin sama beliau. Saya harus sat-set-bat-bet, lincah membongkar-bongkar ratusan eh entahlah mungkin ribuan foto di hardisk backup saya. Untungnya sudah diperjelas oleh beliau foto-foto mana saja yang rencananya akan dipamerkan.

Memang kesempatan ini tidak saya sia-siakan, begitu dihubungi langsung dengan beliau melalui email saya langsung bongkar-bongkar foto mana saja yang dimaksud. Untungnya saya sudah lama nggak motret, jadi cukup mudah mengenali angle, compostion. Sat-set-bat-bet! nemu deh foto-foto mana aja.

lanscape kota Samarinda_Panorama_stock photo_fotodeka_Sungai Mahakam (1)

Sayang nggak nonton 🙁 -ini emoticon sedih-
Dihari ulang tahun Samarinda kali ini saya tidak balik kekampung halaman saya, entah mengapa (sok drama-padahal emang malu belum lulus). Ya sebenarnya bisa aja pulang, cuma kayaknya sayang kalau masih menggantung soal akademik dikampus.

Yah saya sedih, padahal pengen liat foto-foto saya mejeng dipanel event di Plaza Mulia. Andai kata saat itu sedang di Samarinda, mungkin pelaksanaan pameran foto itu bisa saya masukan ide-ide liar saya. Terutama bagaimana memanfaatkan menarik perhatian khalayak buat mampir ke foto-foto yang dipajang. Contohnya seperti memberi sign agak gede “Pameran Foto Samarinda belok sini”.

Dan senangnya foto saya nggak sendirian! ada foto-foto lain, arsip foto lawas (jadul, lama) Samarinda yang dimiliki oleh perorangan, seperti mbak Ellie Hasan, entahlah mungkin ada beberapa teman komunitas lain yang memiliki foto jadul Samarinda diundang untuk mengirimkan fotonya. Sayangnya saya nggak hapal, tapi tak apalah.

Entah saya yang kurang dekat dengan kota Samarinda ini, atau memang di Samarinda nggak ada eksebisi foto? mungkin ada sih cuma intensitasnya sangat jarang. Jarang sekali, entahlah mungkin komunitas fotografi (terutama Mahasiswa) masih berkutat soal membahas alatmu apa, lensa apa yang bagus, kamera apa yang bagus, dan masih soal modusin cewek buat jadi model. Dan belum sempat mengerjakan pameran foto. Sayang sekali, padahal salah satu pencapaian fotografer itu berpameran atau buat buku fotografi.