setting filter saat memotret gerhana matahari

[Catatan] Memotret Gerhana Matahari

Selasa (29/04) pagi itu timeline twitter sampai newsfeed di facebook ramai membahas informasi soal Gerhana Matahari (solar eclips) sebagian, berdasarkan informasi dari pak Ma’rufin Sudibyo (katanya kompas.com Astronom Amatir) katanya wilayah Indonesia hanya mengalami tertutupnya matahari oleh bulan 0,2 – 7,6 persen. Menurutku ini jauh lebih kecil ketimbang gerhana matahari yang sempat saya dokumentasikan pada Mei 2013.

Mungkin karena hanya sebagian kecil yang tertutup oleh bulan, menyebabkan kesulitan untuk mengetahui apakah sudah sudah pada posisi gerhana atau belum. Jika melihat melalui pantulan air, hasil tangkapan kamera saya pun sepertinya tidak ada gambar wujud penampakan gerhana mataharinya.

Gagal merekam
Kali ini saya gagal untuk mendapatkan footage gerhana matahari, apalagi berupa foto. Karena dari beberapa frame jepretan saya sama sekali tidak tampak posisi gerhananya. –yaelah wik nggak sampe 10 persen ketutup ya susah-.

1842180data-gerhana-matahari-yogyakartaDan lebih yahudnya lagi perlu diketahui bahwa Jogja sendiri presentasi tampak tertutupnya (magnitudo gerhana) nggak sampai 1%. Buset itu kalau dibayangin mah cuma secuil banget, tipiss men. Mungkin digroup DSLR Cinematography sampai ada thread yang membahas. Sebenarnya saya cuma mbatin, emange iso? Jika presentasi tertutupnya tidak sampai 1 %?

Gerhana Matahari Mei 2013 kemarin, dengan peralatan yang sama saya bisa merekam dan memotret. Nah berhubung saya kurang menyimak presentasi berapa persennya, terlanjur nyiapin rupanya dibawah 1%. Yaelah bro, terlanjur nyiapin juga nggak bakal tertangkap kamera. *buangin kamera, lensa, filter*

Hikmah motret kali ini
Sebenarnya yang menarik kali ini cuma soal kurang informasi mengenai Gerhana Mataharinya sendiri, seperti prosentase tertutupnya, dan durasinya. Jika memang kecil, lebih baik saya tinggal hunting foto bareng kimcil (#eh – ditabok).

Untuk peralatan sendiri seperti biasa, saya menggunakan Canon EOS 7D, serta lensa tele Canon 70-200 f 2.8, dan tripod. Kemudian aksesoris wajib motret saat gerhana matahari adalah filter ND, pada tips sebelumnya sudah dibahas lebih baik gunakan filter ND8. Mungkin jika didobel dengan ND4 juga bisa. Nah! Kesalahan saya kali ini adalah mencoba menambahkan filter CPL dengan maksud untuk me-ngurangi intensitas cahaya juga.

Persoalannya adalah filter CPL Pro-Tama yang saya miliki ini rupanya membuat hasil gambarnya soft banget, jadi agak-agak nggak fokus jatuhnya. Mungkin kalau kalian berminat membeli filter ini bisa kontak saya. Sebenarnya ini untuk coba-coba tapi kok rasanya jadi kurang maksimal kalau dipasang di lensa tele jadi soft, dilensa wide normal aja.

This slideshow requires JavaScript.

Tinggalin komentar ya