mic-dslr-rode-videomic-rycote-lyre-jogja-fotodeka-videografi

[Review] Videomic Rode with Rycote Lyre

mic-dslr-rode-videomic-rycote-lyre-jogja-fotodeka-videografi

Bagi kalangan film maker, soundman, ataupun cinematographer nama Rode sudah tidak asing lagi. Rode merupakan salah satu produsen microphones kelas professional yang banyak digunakan untuk banyak pekerjaan pembuatan video atau film. Kali ini kami akan membahas salah satu produk Rodemic yang sudah sejak 3 tahun lalu diluncurkan, yaitu Videomic Rode with Rycote Lyre (sebuah mic pro dengan suspensi peredam getar)

Videomic Rode ini dilengkapi dengan Rycote Lyre Suspension System bahasa Indonesianya kira-kira peredam getar yang ditanamkan pada Mic yang ditujukan untuk videographer HD DSLR karena mic ini sudah dilengkapi dengan mount ke DSLR ataupun baut 3/8” (itu yang dipasang ke tripod).

Suspensi atau peredam getar ‘Rycote Lyre’ berbahan Thermoplastic kuat, tapi tidak tahan terhadap cuaca ekstrim (panas atau dingin yang berlebih). Tetapi fitur suspensi yang terdapat pada videomic rode ini cukup membantu meredam getaran ketika terjadi banyak pergerakan yang cepat.

Mic yang berjenis Condenser shotgun ini menggunakan output kabel 3.5mm yang dapat langsung masuk ke HD DSLR ataupun camcorder. Mic ini menggunakan baterai 9 volt, yang diklaim dapat tahan sekitar 100 jam penggunaan. Tentu ketika kita merekam tidak terus menerus dalam posisi on (hidup), kalau sedang tidak digunakan dapat dimatikan.

Budget minimal dengan kualitas terbaik
Tidak salah jika saya menyebut videomic rode rycote lyre ini mempunyai kualitas yang sangat baik dikelasnya, maksud disini ya kelas harga. Dibandingkan dengan kisaran harga 1.4 – 1.8 juta, videomic rode ini menjadi pilihan. Jangan coba dibandingkan dengan mic Nonsha NA-Q7 yang dulu sempat saya review juga, karena harga terpaut jauh.

mic-dslr-rode-videomic-rycote-lyre-jogja-fotodeka-videografi 2Untuk desain sendiri mic ini punya desain yang cukupp enak dilihat dan tidak mengganggu, seperti kabel output 3.5mm yang sudah dijepit pada body mic sendiri dan panjangnya cukup. Jika memang dirasa kurang rode juga menjual aksesoris perpanjangan kabel 3.5mm, ataupun bisa menggunakan kabel merk lain.

tech-specification-rode-videomic-rycote-lyre-fotodeka-videografer

Mungkin jika dibandingkan dengan mic berjenis condenser lainnya, secara supply energy sendiri dapat dibedakan antara yang menggunakan baterai AA atau baterai 9V. Belum lagi rangkaian (board) pada mic ini yang mempengaruhi suaranya menjadi lebih baik. Minimal lebih baik daripada mic bawaan DSLR itu sendiri.

Video Unboxing dan Audio Test-nya

Butuh rental Mic DSLR proffesional, videomic Rode rycote ini? Untuk kontak rental mic rode ini lebih lanjut kesini. Sewa Videomic Rode Rycote Lyre ini sudah termasuk Mic DSLR dan Windshield atau Deadcat.

16 thoughts on “[Review] Videomic Rode with Rycote Lyre”

  1. Untuk dipasang diponsel Android, ada sambungan kabelnya mas. itu belum sempat saya review. Kompatible dengan tambahan perangkat konverter kabel. 🙂

  2. biasanya kalau mic wireless buat videoprank, mereka pakai device audio recording handheld. Jadi ada proses rekam audio secara terpisah, secara harga sekarang mic wireless untuk kisaran 1-2jutaan sudah dapat.

  3. gan mau tanya, kan saya masang rycote ke 750d, tapi di lcd ada tulisan microphone off, setinggan audionya udah saya manualin, trus pas rekam sih memang suaranya ada. yg saya bingung itu tulisan microphone off nya itu apa, terima kasih

  4. Gan kan canon 1100d gada inputnya tuh nah apakah itu bisa dipasang mic pake konventer atau apalah itu nggak gan?

  5. Halo bro Addie, idemu cerdas sekali. Sepengalaman saya soting pake Canon 1100D ya ndak bisa dipasang mic karena memang tidak tersedia jack input audio. Mau pakai konverter apa? apa yang dikonvert? bisa bongkar dulu kameranya, cari mic kamera, jalurnya disolder terus dipasang jack audio sendiri. tambah repot dan membuat garansi sudah pasti hangus.
    Alternatif. pakai rekam suara dari ponsel aja.

  6. perbedaan selain ukuran. Yang jelas jenis/kualitas mic-nya sendiri mas. Karena untuk audio, memang harus benar-benar didengarkan baru terasa bedanya.

  7. microphone off, hanya notifikasi saja. lebih baiknya saat mic terpasang. buka menu > seeting audio > kalau audio levelnya bergerak ketika ada suara masuk. berarti masuk aja.

Tinggalin komentar ya