[Social Media] Membangun Popularitas di Media Sosial

Media Sosial kini (kalau dulu friendster, multiply) menurut salah seorang pakar MedSos Dwi memiliki fungsi sebagai medium interaksi tanpa tatap muka yang berisi banyak informasi, data, yang biasanya berakhir dengan lahirnya komunitas-komunitas dengan kesamaan hobi, minat, atau kesamaan penggunaan salah satu media sosial.

Tunggu, sebenarnya saya pengen berbagi bagaimana membangun popularitas di Media Sosial. Dengan catatan, kalian bukan anak twitter yang baru buat akun twitter ditahun 2012 akhir, percayalah ketika dari 2008 kalian sudah punya akun twitter dan sadar bagaimana membangun popularitas di media sosial itu penting. Maka kalian sudah sejak awal memposisikan kalian di media sosial itu seperti apa.

Untuk sebuah Media Sosial yang bernama twitter, kembali Dwi menjelaskan pengguna twitter dapat menciptakan citra dirinya, apakah dia orang yang cerdas, galau, suka protes tanpa solusi, ataupun isinya hanya copy-paste. Nah jika kita sadar ingin menciptakan citra yang seperti apa, ada baiknya kamu tetap konsisten dengan citra yang sedang kamu bangun di media sosial.

Proses membangun popularitas di media sosial juga diartikan menurut Dwi sebagai Social Media Climber. Dengan merujuk pengertian dari artikata.com ” someone seeking social prominence by obsequious behavior “.  Walaupun kegiatan Social Media Climber ini sebenarnya sah-sah saja, tidak ada dan tidak perlu Undang-Undang yang mengaturnya.

Membangun Citra
Nah! Disini kalian harus sadar sejak awal, kalian akan menjadi orang yang seperti apa? apakah kalian penggemar musik? penonton gigs? pengamat ekonomi, pengamat hubungan orang, pengamat segala macam, atau mungkin aktifis LSM? atau hanya sekadar tertarik (interest) dengan hal-hal yang diangkat oleh sebuah LSM?

Kesulitan pada proses ini adalah bagaimana kalian intens untuk berkicau (ngt-tweet) dengan tema yang sama, bukan seperti ‘aktifis twitter’ yang suka mengkritik. Yang isu Pelanggaran HAM (Kamisan), isu anjing liar dibantai di Palembang, isu agama, semua kamu babat habis. Wait! kalau kalian ingin menjadi pengkritik total? lakukanlah! kalau tidak, pilih salah satu.

Contoh disini, adalah ketika pembantaian orang utan di Kalimantan Timur beberapa waktu silam? LSM/NGO yang terkait sama sekali tidak diundang ke MetroTV, tetapi malah seorang yang katanya blogger yang doyan ngoceh soal #SaveOrangUtan dan di-cc kemana-mana tweet-nya. Dia diundang dong, terus ada name-tag “Aktifis Orang-Utan”, yap! patut diacungi jempol, dia intens ngtweet walaupun data dan informasi saya sih yang dapat dari teman. 😛

Membangun Relasi
Pada bagian ini kalian akan dihadapkan pada bagaimana bukan hanya aktifitas online di media sosial saja, tetapi bagaimana kalian melakukan aktivitas kopi darat alias kegiatan offline. Ketemu dengan teman-teman seperjuangan, sepemikiran, satu ide, atau hanya iseng-iseng karena potensi angka followers-nya dapat mendompleng angka followers-mu.

Membangun relasi dapat kalian lakukan, datang ke kegiatan-kegiatan yang baik, serta berguna bagi nusa dan bangsa. Walaupun awalnya kalian akan tampak cengok-blah-bloh dan bingung. Biarkanlah, jadilah orang yang percaya diri maksimal dan tetap cool.

Biasanya kegiatan membangun relasi bagi para pengguna media sosial secara disadari atau tidak memang akan membangun popularitas mereka. Misalnya kumpul-kumpul fans sebuah klub bola, atau kumpul-kumpul penggemar kimcil? atau bisa juga kumpul-kumpul buzzer/influencer? 

Yang perlu diperhatikan dalam proses membangun popularitas di media sosial itu ialah siapa saja yang kopi darat? rata-rata jumlah followers dari semua peserta kopi darat, atau minimal pernah pacaran sama selebtwit, atau digebet sama selebtwit. Tetapi pastikan komunikasi diantara kalian intens, nggak cuma sekali-dua kali nongol, harus sering! inget! harus sering!

Masih banyak cara untuk meningkatkan popularitas di media sosial, karena di media sosial kaitannya menambah jumlah followers twitter, meningkatkan jumlah likes di facebook pages. Lain kali akan saya bagian cara lain.

-Sebenarnya hidup itu bukan cuma twitter, path, facebook, bukan hanya soal angka-angka, bukan soal engagment di media sosial sampai kalian lupa sama tetangga sebelah rumah, sebelah kosan. Kalian lupa siapa nama pak RT kalian, kalian lupa siapa nama pentolan dikampung-

2 thoughts on “[Social Media] Membangun Popularitas di Media Sosial”

  1. 🙂 ya begitulah, harus kopdar dan rajin kopdar :D. atau beli followers twitter juga bisa 😀 hehe

Tinggalin komentar ya