[Portofolio] Biogas Pantai Baru Yogyakarta

Juli 2013 silam, saya diajak mas Mimit untuk mengikuti lomba foto yang diselenggarakan oleh www.biru.or.id. Karena sebelumnya saya dan mas Mimit intens bertemu untuk membicarakan skripsi, dan akhirnya bertemulah pada sebuah informasi lomba foto essay yang kira-kira bertema ‘energi terbarukan’. Maaf saya agak lupa, karena selang menulisnya agak lama. hehe.

Saya cukup cukup senang karena tidak cuma diajak, tetapi mas Mimit dengan senang hati dan sepenuh jiwa (bahasanya lebai) untuk menjadi mentor foto essay kali ini. Ya nggak usah dibahas lebih lanjut, pria muda enerjik ini bisa kalian liat disini. Proses breakdown foto, eksekusi, kurasi, sampai pembuatan narasi juga dibantu. Maklum beliau sempat tercatat sebagai fotografer Radar Jogja, kemudian sempat mengikuti Angkor Photo Workshop. Kalau waktu kuliah hal beginian tidak dapat, tetapi kali ini mendapat kuliah praktek langsung dari praktisinya.

Penasaran hasilnya? Silahkan langsung lihat foto dibawah ini.

Silahkan simak narasi pada foto essay dibawah ini

Biogas Nyalakan Wisata Kuliner Pantai Baru
Dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan menjadi salah satu sentra pengembangan biogas di Kabupaten Bantul. Kementrian Lingkungan Hidup merupakan pihak yang menginisiasi perwujudan biogas untuk warga Dusun Ngentak pada 2011. Di sana sudah dibangun 3 digester berdiameter tujuh meter yang ditanam di kandang sapi komunal milik kelompok ternak “Pandan Mulyo”. Dalam kandang sapi komunal tersebut terdapat 150 unit kandang dengan 350 populasi ternak sapi. Setiap harinya sapi-sapi tersebut menghasilkan 1,5 ton kotoran.

Sebagian kotoran sapi dikelola oleh 130 peternak untuk bahan baku produksi biogas. Secara bergiliran seminggu sekali, para peternak mengisi digester biogas dengan kotoran sapi. Produksi biogas Dusun Ngentak ini disalurkan untuk bahan bakar memasak di 98 bangunan kios dan warung yang ada di Pantai Baru, Dusun Ngentak.

Untuk memanfaatkan biogas dari kelompok ternak, pedagang dibebani iuran Rp 10.000,00 per bulan, harga yang jauh lebih ekonomis daripada untuk membeli elpiji. Dengan dukungan keberadaan biogas di Dusun Ngentak ini, wisata kuliner di Pantai Baru pun menggeliat. Percepatan perkembangan perekonomian warga menjadi harapan masing-masing pihak yang terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi biogas di Dusun Ngentak.

Kini Desa Poncosari, atau lebih dikenal terdapat Pantai Baru yang banyak kincir angin sebagai tempat riset dari Kementrian Riset dan Teknologi. Juga sedang dikembangkan juga Eduwisata, atau Eco-Tourism mengenai energi terbarukan. Jika teman-teman berminat bisa tanya-tanya melalui Poncosari, karena kita tahu bahwa memberikan pengetahuan mengenai energi terbarukan itu sangat dibutuhkan disaat energi fosil semakin menipis.

Untuk penggunaan foto, ataupun photo stock dengan tema renewable-energy di Poncosari dapat menghubungi saya.

4 thoughts on “[Portofolio] Biogas Pantai Baru Yogyakarta”

  1. Annosmile – kapan? atur jadwal yuk sama mas Mimitnya, 😉 sekalian yang katanya ada Kincir Angin yang agak besar sudah ground breaking

Tinggalin komentar ya