Berapa Bayaran Freelance Fotografer di Jogja ?

Seberapa yang layak jika fotografermu memakai peralatan atau gear seperti ini?
Seberapa yang layak jika fotografermu memakai peralatan atau gear seperti ini?

Oh ya, kali ini saya akan sedikit curhat atau entah namanya apa, mengenai berapa bayaran bagi seorang fotografer freelance professional yang layak di Jogja (Jawa Tengah juga deh). Sebenarnya jika merujuk kesini, akan keliatan berapa harga yang layak. Tetapi itu untuk diluar negeri, ya saya coba ambil contoh lebih dekat di Jogja.

Karena saya belajar, eh bukan ding. Banyak ngobrol mengenai rate yang layak, dan juga obrolan-obrolan dengan kakak tingkat yang sudah lebih dulu memulai menjadi freelance fotografer, dan membuka usaha jasa fotografi.

Perhitungan penyusutan alat fotografi

Sebenarnya dalam penyusutan alat fotografi, seperti Body DSLR, Lensa, lampu flash, dan lain-lain dapat dihitung. Di fotografer.net ada salah satu thread yang membahasnya. Tetapi lebih simple dan mudahnya kita langsung saja berpatokan pada situs rental fotografi di Jogja. Kalau di Jakarta bisa merujuk pada sewakamera.com atau octarent.co.id

Untuk di Jogja saat ini sangat menjamur usaha rental atau sewa alat fotografi (videografi termasuk ya). Karena sangking menjamurnya, terjadi persaingan yang sehat antar usaha rental. Sebagai rujukan perhitungan sewa fotografi di Jogja jelas saya merujuk pada wiratama multimedia dan lensajogja.com.

Sewa Canon 7D perhari Rp. 180.000 , Lensa Canon EF 17-40mm f 4L perhari Rp. 120.000 , Flash Canon 430 EX II perhari Rp. 50.000

Diatas adalah alat standar saya memotret, total semuanya untuk sewa alat saja Rp. 350.000 . Dengan anggapan baterai kamera cadangan, memory card/CF, dan baterai flash tidak dihitung. Jika dihitung

Sewa CF  8 GB Extreme Rp. 25.000/hari, baterai LP-E6 Rp. 25.000/hari, baterai flash 4-8pcs Rp. 25.000-Rp. 50.000.

Total untuk sewa alat seperti standar saya saja sudah Rp. 450.00/hari, dan dear client untuk hari ketiga kalau sudah tau ada gratisan jangan ‘nego’ afgan bayaran ya.

Dibeberapa rental memberikan gratis 1 hari, jika menyewa 2 hari berturut. Jadi jika kalian mendapat kerjaan fotografi alias ada job motret selama 3 hari, kalian bisa mendapatkan keringanan biaya pada hari ketiga.

Biaya Produksi.

Uang bensin (Pertamax) sehari minimal 3 liter (Rp. 8.000/liter) jadi Rp. 24.000 berlaku untuk motor dan minimal 6-10 liter untuk mobil jadi Rp. 80.000 jika itu masih dalam kota. Bagaimana kita berjarak tempuh lebih dari 30-45 menit? Ya itung-itung sendiri, berharap bensin bisa di reimburs sama client.

Penyusutan kendaraan atau transportasi masuk hitungan. Patokannya? Ya liat aja sewa motor atau mobil perhari kena berapa. Misalnya sewa motor di Jogja Rp. 50.000/hari, dan mobil Rp. 250.000/hari

Kemudian akan ada biaya editing katakanlah Rp. 5.000/frame, dan akan ada 36 foto edit yang akan disetorkan jadi pengeluaran untuk editing total Rp. 180.000. Belum lagi biaya DVD kosong Rp. 4.000/keping, kotak DVD Rp. 2.500. Biaya burning/bakar DVD kalau di warakomputer sih Rp. 3.000 kalau tidak salah. Jadi totalnya Rp. 9.500

Berapakah bayaranmu?

Saya pernah memulai sebagai freelance fotografer dengan bayaran Rp. 150.000/hari, dan pernah juga dibayar segitu hanya untuk mengasisteni pakjepret. Bro-sis ngasisteni jadi ngeset lampu, narik kabel, dan mbantu motret aja dibayar segitu lho, oh ya itu kalau nggak salah antara tahun 2008-2009.

Kemudian membantu motret untuk event di Dixie sekitar tahun 2008, dibayar segitu juga malah kali ini sekalian mbantuin eventnya. Untuk yang sedang coba-coba menyenangkan lho, sekaligus belajar dan membuat portofolio. Ya walaupun saya baru belajar foto benerannya tahun 2009 akhir.

Dari tahun ketahun bayaran seorang freelance fotografer yang konsisten haruslah naik, eh entah naik atau menyesuaikan skill alias kemampuan fotografi kalau bisa sampai editing.  Dan konsistenlah pada daily rate atau tarif harianmu sebagai freelance fotografer.

Katakanlah ketika kamu menjadi freelance fotografer untuk sebuah event, dimana ada seorang SPG alias Sales Promotion Girls kalau bisa jangan sampai bayaran harianmu itu sama dengan seorang SPG. Kenapa? Lah kamu aja sebagai fotografer yang dipercaya  EO ataupun perusahaan untuk mendokumentasikan kok malah bayarannya sama.

Katakanlah rate daily fotografer freelance di Jogja Rp. 350.000, jika sampai job event 3 hari maka dihitung Rp. 800.000 lah. Dimana harga atau bayaranmu sebagai freelance photographer di Jogja segitu, wes tetepke segitu bersih dan bebas pajak (yo ra tau mbayar kok).

Dear Client atau Event Organizer

Dari total biaya sewa alat total Rp. 400.000/hari, kemudian biaya produksi sehari termasuk output file Rp. 150.000, kemudian fee kamu sebagai freelance fotografer di Jogja Rp. 350.000/hari. Total yang layak seorang fotografer freelance di Jogja, katakanlah Rp. 900.000.

Diatas jika kita menghitung dengan sewa diluar, jika ingin berhemat mari kita pangkas biaya sewa alat fotografi di Jogja 50% menjadi Rp. 200.000/hari. Dengan anggapan kita masih menghitung penyusutan alat kita sendiri, walaupun berpikir entah tahun keberapa akan upgrade alat atau servis. Jadi totalnya Rp. 700.000/hari.

Diatas jika dihitung dengan variabel perhari-perfotografer, jangan dibayangkan ketika kalian turun dengan tim. Dua orang fotografer, satu asisten, tentu dengan dua kamera DSLR, termasuk lensa, flash dan tetek bengek mbuh opo.

Jika merujuk pada blog saya, dimana ada asuransi kesehatan, cloud drive, biaya hardisk perbulan, penyusutan komputer yang dipakai, biaya listrik kantor atau rumah, biaya lain-lain saya hilangkan(soalnya urip ra sah muluk-muluk mikir cloud drive). Mungkin jatuhnya perhari bisa Rp. 1.500.000, oh ya teman saya di Jakarta menganggarkan biaya fotografer aja bersih sehari Rp. 750.000 sampai entah berapa. Tergantung budget client, karena clientnya perusahaan atau kementrian.

10 thoughts on “Berapa Bayaran Freelance Fotografer di Jogja ?”

  1. Like this…emang harus ada standart tarif yg harus di pahami konsumen dan fotografer itu sendiri.
    Tapi yg terjadi FGnya sendiri yg malah banting harga unk memenangkan kompetisi sesama FG. Huft…

  2. ada kelas pasar fotografi, kelas banting2an harga, dan kelas A. ya terserah memang mau dimana, termasuk perorangan fotografernya gimana 😀

  3. Tapi yang perlu digaris bawahi ya soal jam terbang, alat, dan target pasar juga sih pak. Ada yg pake alat mahal, tapi memang target pasarnya C. Ya jelas bayarannya murah.

  4. haloooo mas Sigit ^_^ , kayaknya familar sama jenenga, hehehe. wah ya minimal ke Jakarta buat icip2 industri dulu, dan balik jogja kalau kangen ngangkring.

Tinggalin komentar ya