[Review] Amaran LED Ring Flash

Canon 60D + Lensa 18-55 IS dengan Amaran Halo LED. Foto lain menyusul.
Canon 60D + Lensa 18-55 IS dengan Amaran Halo LED. Foto lain menyusul.

Amaran diakhir 2013 lalu mengeluarkan produk LED, Amaran Halo LED Ring Flash untuk DSLR. Untuk dua merk Canon dan Nikon, hanya berbeda tipe AHL-HC100 untuk Canon dan AHL-HN100 untuk kamera Nikon. Sebenarnya produk ditahun 2013 ini adalah pembaruan teknologi LED, karena sebelumnya Amaran Halo LED Ring Flash sendiri rilis pada tahun 2011.

Teknologi LED terbaru

Dewasa ini hampir semua teknologi pencahayaan untuk fotografi atau videografi yang menggunakan LED sudah beralih ke LED CRI 95+, CRI sendiri merupakan indeks warna yang dihasilkan dari sumber cahaya. Kira-kira demikian yang saya tangkap.

Berdasarkan obrolan dengan mas Indra, beberapa bulan lalu tentang cahaya dan CRI. CRI berapakah yang paling baik? Ya CRI 95, contoh lampu yang dapat menghasilkan CRI 95, Kinoflo, Redhat +CTB (redhat non abal-abal), atau cahaya Tuhan alias Matahari. Mungkin akan kita bahas lagi soal CRI lebih detil ya bareng mas Indra. Secara sederhana teknologi LED CRI 95 ini dapat menghasilkan warna lebih natural, tidak banyak kontras ataupun tone warna yang meleset. Dengan teknologi LED CRI95 digunakan sebagai pencahayaan, bisa mendapatkan hasil foto dengan tone yang tepat, tidak meleset dari warna sebenarnya. 

Spesifikasi AHL

Amaran Halo LED ring flash sendiri memiliki jumlah LED 100 buah, dengan sudut penyiaran 45°, memiliki pancaran cahaya atau Illumination 1020 lux pada jarak efektif 50cm dan 305 lux pada jarak 100cm. Rasanya cukup sebagai fill light tambahan ketika wawancara close-up ataupun medium. Menariknya color temperature pada 5500, pas dan lebih baik menggunakan manual white balance di DSLR.

Kemudian konsumsi daya berkisar 3.6 V – 6.7 V tergantung pada potensiometer pada unit LED Ring flash disetting. Alat ini menggunakan 4 baterai ukuran AA, dan menurut Amaran umur dari LED-nya sendiri di-klaim dapat lebih dari 100.000 jam. Pada paket pembelian juga disertakan 8 ring sambungan untuk lensa (dari 49mm, 52mm, 55mm, 58mm, 62mm, 72mm, 77mm)

Memiliki pengaturan saklar potensiometer, ketika diputar searah jarum jam ‘klik’ on sebaliknya untuk mematikan. Dan menyesuaikan besaran cahaya yang diinginkan.

Kelebihan AHL Ring Flash

Hal yang paling menarik pada paket pembelian Ring Flash ini sudah disertakan converter ring lens yang pasti banyak bermanfaat untuk para penggemar fotografi makro, karena kita sadar bahwa ukuran ring lensa berbeda-beda. Tetapi dengan Amaran Halo LED Ring Flash ini sudah termasuk delapan ukuran ring lensa. Dibanding dengan merk lain ada yang tidak menyertakan converter ini.

Harga jauh lebih murah, disini harga memang jadi pertimbangan utama bagi para penggemar atau hobist fotografi makro. Memilih Lampu LED dengan harga yang murah, terjangkau menjadi hal pertama yang dipikirkan. Apalagi kalau sekadar hobi, tidak untuk kebutuhan professional. Hasil pancaran LED Ring Flash ini sudah cukup.

Sudah menggunakan LED CRI 95+, walaupun saya masih ragu ini antara kelebihan atau biasa saja. Karena secara teknologi, menggunakan LED CRI 95+ adalah sesuatu kewajiban bagi produsen aksesoris fotografi. Dan kelebihan lainnya, LED Ring Flash ini dapat dihubungkan dengan trigger. Kira-kira susunannya begini, Hotshoe DSLR – Trigger – LED Ring Flash, atau langsung trigger – LED Ring Flash.

Dan yang paling saya kagum adalah konsumsi listrik LED cukup irit, saya mencoba dengan menggunakan baterai sanyo Enelope 2000mAh dengan mode 1 atau QTR atau posisi saklar on. Sanggup bertahan hingga 8 jam, semacam pengganti lampu tidur saat itu.

Kelemahan AHL Ring Flash.

Karena ada harga ada rupa, pada Amaran LED Ring Flash ini tidak dilengkapi fitur TTL. Tentu jika kalian membandingkan dengan Canon Macro Ring Lite MR-14 EX yang harganya 10 kali lipat. Belum lagi selisih GN ataupun power lampunya sendiri. Dan banyak fitur yang tidak dimiliki oleh Amaran LED Ring Flash jika dibanding produk serupa merk bawaan.

Power Amaran LED Ring Flash masih terasa kurang, mengapa? Karena mereka mengklaim pada jarak 100cm cuma 305 lux, mengapa nggak 400? Atau 500 aja? Walaupun konsekuensi konsumsi daya jauh lebih boros. Walaupun secara elektronika hal ini bisa dimodifikasi.

Material plastik cukup ringkih, tampak kurang tangguh. Yah lagi-lagi bicara harga, ada harga ada rupa. Semakin murah ada hal yang harus dikorbankan, selain fitur juga material pendukungnya yang tidak sekokoh merk bawaan atau merk lain. Walaupun sama-sama fungsinya untuk fotografi makro.

Kesimpulan.

Dengan harga yang murah, Amaran LED Ring Flash ini sudah cukup untuk membantu para penggemar fotografi makro. Lebih hemat dikantong, dan klaimnya cukup awet. Belum lagi pada paket pembelian disertakan 8 converter ring lens, tidak perlu membeli semacam pritilan lain.

Dibanding dengan merk bawaan memang banyak kekurangan, tetapi saya rasa sudah cukup untuk fotografi makro. Untuk videografi, hanya sebatas fill light saja, tidak cukup untuk sebagai main light. Tidak adanya fitur TTL masih dapat ditoleransi, dengan pengaturan dikamera.

Bisa pesan disini untuk Canon dan untuk Nikon

Untuk sewa, rental lighting video shooting, atau lampu video di Jogja. Terutama sewa Lampu LED Macro ini, atau lampu LED yang lain bisa hubungi saya melalui facebook saya disini. Harga sewa lampu LED Video kami lebih murah, dengan layanan yang maksimal.

2 thoughts on “[Review] Amaran LED Ring Flash”

Tinggalin komentar ya