Tag Archives: 2017

Awal Tahun Dan Semua Harapan

Kapan terakhir  update duhai dwi? oh ya sekadar intermezzo ucapan terima kasih mengenai kelulusan yang agak terlambat. Soalnya ucapan terima kasih dalam wujud cetak pun sungguh ringkas. Karena esensi skripsi memang syarat untuk meraih gelar Sarjana, kecuali kisanak ingin terjun didunia penelitian, akademisi.

Entahlah mungkin sudah saatnya namanya blog fotodeka , tidak lagi menyajikan tulisan mengenai tips foto, video, karena memang pada dasarnya ini brand yang memang sudah amburadul ketika dibuat. Kalaupun menulis mengenai catatan dibalik layar, karya audio-visual yang pernah saya kerjakan bareng Yogi, Awe, Mas Zulfi mungkin jadi kayak menggurui. Atau mungkin bisa untuk meraih receh Google Adsense yang makin kemarin, beneran receh karena konten buruk tapi kuantitas bermamburan didunia maya.

Selamat Atas Pernikahan Yustan dan Susan. Oh ya sekarang anak mereka sudah gede, dan bisa lari-lari.
Selamat Atas Pernikahan Yustan dan Susan. Oh ya sekarang anak mereka sudah gede, dan bisa lari-lari.

Tentang Harapan.
Setelah menuntaskan kewajiban utama diakhir 2015 kemarin, rasanya masih belum ingin beranjak kaki ini dari Kota Pelajar. Dan saya mencoba serabutan untuk nyambi bareng Pak Jepret ‘Perjuangan’, Iframe Multimedia dan Catchlight Pictures. Ya ketiga Production House , yang salah duanya saya memang secara tidak langsung ikut seru-seruan. Hasilnya? ya setidaknya saya belajar survive sebisanya, dan terbukti bisa. Cuma masih kepikiran, memang menjadi freelancer sepertinya benar-benar harus multitalenta atau setidaknya benar-benar fokus dan betul-betul paham profesi dan pekerjaannya.

Dan masih ada resolusi yang terbengkalai dulu, yaitu saya memang sangat ingin kembali memotret. Ya kala itu masih motret kejadian, jadi fotografer abal-abal. Karena ya emang sengaja ngintilin temen-temen Pewarta Foto, biar bisa belajar seperti apa angle-nya, proses dilapangan, sampai seusai jam kerja. Tapi entah kapan saya akan kembali kesini, mengingat Sigit yang dulu masih magang ANTARA sekarang sudah di ANTARA Jakarta, mas Mimit yang dulu sempat di RADAR Jogja, yang beralih entah kemana. Tetapi itulah pekerjaan, ada tantangannya masing-masing. Dan saya memang menyukainya, ya walaupun dulu hanya ke-selo-an belaka, tidak bisa dipungkiri memotret kejadian semacam memacu adrenalin (halah) dilanjutin bacanya