Tag Archives: Jazz

Sebuah pertemuan di Ngayogjazz

temu-media-ngayogjazz-momento-kafe

Ngayogjazz, akhir tahun dan hujan.  Eh tunggu dulu ini kayaknya agak mendramatisir, tetapi memang Ngayogjazz identik dengan hujan diakhir tahun. Dimana kebanyakan event musik outdoor, mesti berusaha untuk menggunakan pawang hujan. Tetapi di Ngayogjazz mungkin lebih nikmat dibawah guyuran air hujan.

Saya ingin membawa mundur kebelakang, ketika ngayogjazz di Halaman Ki Djoko Pekik yang bertema, “Mangan ora mangan ngejazz“. Sebenarnya pada Ngayogjazz awal 2011 ini, ada hal yang menarik disini. Yang masih saya ingat, ini tentang pertemuan saya dengan teman saya @ARFK yang malam itu bersama teman perempuannya. Banyak yang percaya nonton ngayogjazz bareng gebetan, bisa bernilai akhir positif. Minimal berakhir dengan jadian, tetapi sayangnya pada masa itu tidak untuk Ayib, aku pun demikian yang datang piyambakan ke venue Ngayogjazz.

Dan ada cerita-cerita dibelakang layar, bagaimana teman saya @gadingpaksi yang ceritanya ke’gap’ sedang memegang kaleng bir oleh orang tuanya di acara Ngayogjazz. Ataupun pertemuan seorang dosen dengan beberapa mahasiswanya dilokasi acara Ngayogjazz, menjadi hal yang lazim ketika dosennya juga suka datang keacara pertunjukkan sedangkan kami yang mahasiswa haus akan hiburan pertunjukkan. Akan selalu ada dibeberapa acara pertunjukkan.

Ataupun saya yang selalu jadi penonton setia Ngayogjazz piyambakan, karena saya juga percaya di Ngayogjazz bisa mempertemuan orang-orang yang dikenal untuk dipertemukan lagi diacara tersebut. Walaupun tidak berakhir menjadi pasangan, karena teman saya cowok misalnya? :D.

Ngayogjazz 2014 ini, sempat disebut-sebut seperti Ngayogjazz yang gagal #moveon karena venue-nya balen seperti tahun 2012. Tetapi dari filosofi balen pun, kadang ada baiknya daripada mencari jodoh baru yang bisa saja masih lebih baik mantan daripada yang baru. Tetapi kembali ke Desa Wisata Brayut juga bisa diartikan dengan suasana syahdu, gerimis rintik-rintik, sampai gerimis deras. Walaupun ketika Ngayogjazz di Brayut 2012 saya pun akhirnya tidak bisa datang karena meriang, dan badan panas melanda.

Ngayogjazz bukan hanya pertunjukan musik jazz yang mengejawantahkan, paradigma saat ini dimana menganggap musik jazz itu musik elit, kalangan atas. Tetapi sebuah pertunjukan musik jazz yang kembali pada asalnya, sebuah musik yang bisa dinikmati oleh semua kelas masyarakat. Terbukti bahwa mereka-mereka yang biasa menonton pertunjukan musik jazz berbayar sekali pun tidak lupa untuk datang keacara Ngayogjazz, ini mungkin bukan soal gratis. Tetapi bagi mereka hadir kedalam perayaan ngayogjazz ialah sebuah wujud eksistensi dari penikmat musik jazz.