Tag Archives: pilpres

[opini] Obor Rakyat sebuah media propaganda

Jadi gini,
Semoga ini salah satu tulisan opini saya tanpa sumber ataupun refrensi yang mungkin bisa membuat para pembaca gagal paham. Apalagi kali ini saya membahas soal tabloid ‘Obor Rakyat’ yang diberitakan bahwa media ini sebuah media untuk blackcampaign salah satu Calon Presiden untuk ditujukan ke calon satunya (tidak perlu disebutkan)

Screenshot Obor RakyatMungkin sebelum membaca sampai habis, ada baiknya teman-teman membaca opini saya soal tabloid obor rakyat disini Analisa Kehebohan Obor Rakyat. Setelah itu semoga akan banyak pertanyaan, dan tidak terjawab. Lah saya aja nulis itu ibarat kata ya mubeng-mubeng dan curhat kok. 😛

Pada saat masa kampanye pemilihan presiden kemarin, pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla mesti dibuat sakit hati dan tidak terima atas yang namanya Tabloid Obor Rakyat. Tetapi saya sarankan untuk segera membaca alasan pembuatnya, yang juga wartawan senior dalam tulisan “Tentang Obor Rakyat dan Saya” dan mungkin bisa sedikit tercerahkan mengapa dan apa.

Mungkin sudah saatnya kita berpikir terbuka, atas korporasi media, dan sangkut pautnya mereka dengan hiruk pikuk masa pemilihan presiden 2014 kemarin. Secara tersirat mas Goenawan Mohammad sebagai seorang senior di Tempo akhirnya mengeluarkan pernyataan bahwa “Media Tidak Harus Netral“. Secara semiotik mungkin ini bisa jadi pernyataan, mengapa pemberitaan tempo.co mungkin juga Tempo edisi cetak juga tidak pernah netral terhadap pemberitaan Prabowo. Saya ambil contoh soal tunggakan gaji pegawai PT. Kertas Nusantara, berita di tempo.co memang tidak berimbang. Akhirnya saya dapat menggunakan teori pemakluman, dimana teori ini akhirnya memaklumkan apapun yang terjadi ketika sudah ada alasan, tepat atau kurang tepat alasan tidak menjadi soal.

Bisa juga pernyataan mas Gun ini, ketika dikaitkan dengan tabloid obor rakyat. “Menurut Goenawan, apabila media menyebarkan fitnah, yang dilukai adalah seluruh bangsa. “Yang dirusak tidak hanya manusia, tapi juga akal sehat dan kejujuran,” disini saya menangkap, janganlah seperti Obor Rakyat yang berisi fitnah-fitnah, dan sangat melukai bangsa. Eh maksud saya melukai bangsa bagian pendukung salah satu calon presiden kemarin.

Setelah itu bagaimana kelanjutan tindakan hukum perdana ataupun pidana bagi orang dibalik terbitnya obor rakyat? Bos Obor Rakyat sudah diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, bagaimana kelanjutan dari pihak pak Joko Widodo yang dulu sempat diberikan jadi korban fitnah dari media obor rakyat. Bahasan soal obor rakyat dan joko widodo dapat dibaca disini.

Mungkin secara hukum, untuk datang dalam pemeriksaan sebagai saksi itu penting. Tetapi lebih penting lagi bagi masyarakat adalah tidak usah dipedulikan soal obor rakyat. Toh sudah terpilih. Tapi apakah kalian tidak penasaran kok kelanjutannya ngambang?

Karena sekarang sudah bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya akan membagikan Tabloid Obor Rakyat edisi 1 dan 2 secara cuma-cuma. Akankah saya dituntut dengan UU ITE? 😛 semoga tidak. hehe.

Obor Rakyat Edisi 1_5-11 Mei 2014 Obor Rakyat Edisi 2_12-18 Mei 2014