Tag Archives: prabowo

[Social Media] Keberpihakan Influencer Dalam Masa Kampanye

Heyho! Kali ini saya akan menganalisa mengenai keberpihakan influencer atau biasa disebut buzzer social media dalam masa Pemilihan Presiden Indonesia selama rentang waktu kampanye. Semoga analisa saya meleset dan tidak dijadikan bahan rujukan teman-teman analyst beneran :P.

Keberpihakan yang saya maksud disini ialah melalui intensitas apa yang mereka tweet-kan, atau share-kan melalui akun social media mereka. Keberpihakan disini juga berarti mendukung salah satu pasangan calon presiden, tetapi berpihak, mendukung itu jauh lebih baik ketimbang menjatuhkan ataupun menjelekkan salah satu calon presiden kita.

Intensitas disini tentu mereka sebagai influencer jauh lebih paham mengenai prime time di social media. Mereka akan memperhatikan, dan akan membrondong informasi yang ingin disampaikan. Karena pada prime time, efektifitas mempengaruhinya lebih maksimal dibanding diluar waktu itu.

Kemudian, biasanya influencer salah satu pasangan calon presiden tidak hanya mengeluarkan kicauan positif mengenai calon pasangan presiden yang mereka jagokan. Tetapi mereka kadang khilaf, mengomentari dengan nada negatif ketika mendapat tautan dari portal berita online. Nah! tuh!

Sebenarnya untuk tetap menjaga ketenangan dan kenyamanan followers kamu, ada baiknya kamu jangan sampai kepleset mengomentari negatif salah satu pasangan calon presiden. Kalau saya sih overall sudah paham bagaimana pemetaan media pendukung calon presiden Indonesia sejak jauh hari.

Sebenarnya tidak semua orang bisa disebut influencer, menurut saya pribadi jika di twitter. Seseorang disebut seorang influencer, ketika mereka memiliki followers minimal 10ribu. Dibawah itu saya anggap belum sebagai influencer, statusnya masih calon influencer (hehehe). Saya? cuma seribu doang mah nggak ngaruh :P.

Influencer salah satu pasangan calon presiden itu bisa siapa saja? yap! betul sekali, bisa saja dia penulis buku, penyiar radio, pekerja media televisi, seniman musik, seniman-seniman jenis lain, atau bahkan tukang bubur ayam pun kalau punya akun twitter yang followers-nya diatas 10ribu dan ngtweet berbau dukungan pasangan calon presiden bisa disebut influencer juga.

Influencer berfungsi sebagai penggiring opini, membentuk framming, dengan sebuah tujuan. Bagaimana portal berita online? dalam hal ini sama saja sih, mereka juga influencer sama halnya dengan media mainstream (Televisi, Media Cetak) lain. -ups ini OOT-

Mungkin yang perlu digaris bawahi disini ialah mana influencer berbayar dan mana yang tidak? Menjelang pemilihan presiden Indonesia periode 2014 kini sudah semakin tumpang tindih akan kepentingan. Kita memang tidak bisa men-judge si-A itu influencer-nya calon presiden A atau B, hal ini jauh berbeda ketimbang isu influencer social media pada masa Konvensi Partai Demokrat. Dimana Gita Wirjawan membentuk tim social media, bisa ditebak siapa-siapa saja yang terlibat. Apalagi brief masih cukup kasar, atau kurang smooth bagi pengguna media sosial. Seperti harus mention akun GW, ataupun dengan memberi embel-embel, pempimpin muda, cerdas, dan pandai bermusik.

Lain kemarin, lain sekarang. Mungkin saat ini adalah waktunya kita bermain keluar, ngobrol dengan orang, nongkrong dikafe, tanpa harus bersentuhan dengan obrolan politik yang terlalu serius. Karena belakangan ini isu politik dibahas terlalu serius hampir disemua ranah social media.

Nah sekian! semoga sekiranya para influencer lebih bijak menggiring opini, ataupun membentuk framming peer-group-nya ya. Sampaikan yang positif. 😀