Tag Archives: tips fotografi

Memperbaiki Speedlight Canon 430 EX II

Karena setiap barang mekanika yang digunakan pasti ada umur, dan ada saatnya sakit dan masuk bengkel. Seperti sepeda motor, ada waktunya servis berkala sampai servis besar. Sama halnya dengan lampu kamera, istilahnya lampu blitz (bukan Blitz bioskop), atau lampu flash (dan bukan Flash sodara Gundala). Kali ini saya akan membahas pengalaman saya mengenai flash Speedlight Canon 430 EX II.

Sebenarnya alat elektronika yang digunakan secara rutin, ada masanya atau ada waktu dimana harus segera diperbaiki. Kalau tidak salah pertengahan tahun 2014 lalu, Speedlight 430 EX II saya mengalami trouble. Dimana tidak bisa nge-flash, atau istilahnya mati. Eh tapi nggak mati juga sih, semacam kalau di Speedlight SB-800 itu ada mode strobe-nya yang nyala dret-dret-dret kayak lampu disko.

Part Contact Assy Speedlight Canon
Part Contact Assy Speedlight Canon

Saya agak lupa, flash Canon saya saat itu sebelumnya dipakai siapa atau mungkin waktu saya yang pake aja lagi nggak bejo. Ya untungnya rusak ketika saya sendiri menggunakan, jadi ndak perlu repot-repot menagih temen buat nyervisin.

Sebenarnya saya dulu merekam flash canon saya sedang trouble, tetapi entah berantah di microSD atau di-hardisk yang mana. Kira-kira gambarannya seperti diatas, asumsi saya bahwa komponen lampu atau bohlam speedlight 430 ex ii saya ini normal. Lah buktinya masih bisa jadi lampu disko, walaupun ketika di slave nggak nyaut. Tapi dipencet tombol test, jadi lampu disko. Kan nggak lucu kalau speedlight jadi lampu disko.

Alhasil saya coba bawa ke Tumijo, salah satu rekomendasi tempat servis di Jogja. Tetapi dua bulan disana, saya intens tanya perkembangannya. Beliau belum menemukan permasalahan rusaknya dimana, lah ya daku putus asa. Dan service asli ke Datascrip adalah pilihan akhir, menurut saya saat itu. Walaupun sebenarnya ada banyak service non autorized Canon di Jakarta.

Saya ke Wisno Grahakom selaku perwakilan dari Datascrip di Jogja, setelah sampai dan menyerahkan unit speedlight 430 ex ii beserta keluhannya kira-kira selang 2 minggu saya sudah dikabarin. Bahwa yang rusak adalah Part Contact Assy with cable 430EXII seharga Rp. 231.000. Karena Speedlight saya non-Datascrip maka saya kena charge dua kali lipat untuk biaya service-nya. Kalau tidak salah total bayar hampir Rp. 900.000. Dan baiknya Datascrip, mereka memberikan garansi satu bulan. Sampai saya akhirnya menjual flash itu pun masih sehat wal afiat.

Berdasarkan informasi dari Datascrip harga part PCB ASS’Y, (A) 430EX II seharga Rp. 1.419.000,- dan FLASH HEAD UNIT 430EX II Rp. 1.089.000,- . Sebenarnya agak kaget sih kalau tahu harga part segitu mahalnya, karena servis resmi Canon memang tidak membongkar atau mengkanibal per-part tetapi jika ada satu rangkaian rusak, ya satu set yang terkait langsung diganti semua. Menurutku lho.

Dan Datascrip memberikan garansi penuh sebulan, bebas biaya servis dan penggantian part. Tapi nggak masalah bagi fotografer professional, kalau mengalami kerusakan. Rusak? tinggal servis atau ganti. Lah sudah disiapkan budget maintenace dari kantor, lah saya fotografer nggak professional. Rusak ya nabung dulu buat servis 😀